28 Days Without U
"Aku cinta dirimu duhai bidadari..
Tapi aku lebih cinta Tuhanku, Ilahi, Rabbi.."
(dikutip dari novel ‘Ketika Cinta Bertasbih’ karya Habiburrahman El Shirazy)
Untaian kata2 yang indah.. di novel ‘Ketika Cinta Bertasbih’ syair tersebut dinyanyikan oleh tokoh Fadhil ketika mengisi hiburan di acara walimah Tiara yang tak lain adalah wanita yang dicintainya dan juga sangat mencintai dirinya.. sebenarnya mereka saling cinta, tapi Allah berkehendak lain, mereka ga jodoh (yang udah baca novelnya pasti tau ^_^ )
Diceritakan beberapa hari sebelum menikah tokoh Tiara ini mengirim surat pernyataan cinta ke Fadhil untuk mengajaknya kawin lari (yaa.. kurang lebih gitu deh simpelnya.. mu’un ma’ap kalo salah
) tapi.. Fadhil yang sebenarnya juga sangat mencintai Tiara justru malah menolaknya.. karena yang akan menikahi Tiara adalah sahabatnya sendiri.. hmm.. tragis ga siiy..?
Sedih banget dech bacanya.. seandainya aja fadhil menerima ajakan Tiara pasti endingnya ga sedih gitu.. tapi.. justru disinilah salah satu hikmah yang bisa diambil dari novel ini.. Fadhil ga mau menzalimi sahabatnya sendiri yang sudah lebih dulu mengkhitbah Tiara.. dan Tiara pun sudah menerimanya.. Fadhil lebih mengikhlaskan wanita yang dicintainya dinikahi oleh sahabatnya.. walaupun dia harus merasakan sakit dan sedih yang teramat sangat..
Hmm.. aku jadi berpikir.. mungkin ini yang disebut cinta sejati.. mencintai karena Allah.. bukan semata-mata nafsu belaka..
Itu pula yang ingin kulakukan.. bukannya aku ga cinta.. bukan pula aku ga sayang.. tapi aku cuma ga mau jadi bergantung pada makhluk-Nya dan cintaku melebihi cintaku pada Sang Maha Pencipta Cinta..
28 hari tanpamu.. belumlah apa-apa dibandingkan dengan apa yang dialami Fadhil dan Tiara.. jika Fadhil dan Tiara mampu menghadapi itu semua.. kita juga pasti bisa Nda..
Surat balasan Fadhil untuk Tiara…
"Adikku, bukannya aku tidak mencintaimu, sungguh aku sangat mencintaimu. Dan bukannya aku tidak mendamba hidup bersamamu, sungguh aku sangat ingin hidup bersamamu. Namun tidak semua yang didamba manusia pasti diraihnya. Aku sangat mencintaimu, tapi aku tidak mau kehilangan cinta-Nya. Aku mendamba hidup bersamamu, tapi aku lebih mendamba hidup bersama ridha-Nya.
Jangan paksa aku menikam saudaraku sendiri. Jangan paksa aku melakukan tindakan yang melanggar aturan Ilahi. Mari kita sama-sama insyaf. Cinta sejati itu tidak menzalimi, cinta sejati berorientasi ridha Ilahi.."